Flashcom Whatsapp
IT training provider

Squash and Stretch

Pernah melihat animasi yang terlihat bergerak, tetapi terasa kaku dan kurang natural? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena gerakan objek tidak memiliki perubahan bentuk yang sesuai. Dalam dunia animasi, terdapat sebuah prinsip yang membantu memberikan kesan berat, lentur, dan hidup pada objek, yaitu Squash and Stretch.

Prinsip ini mungkin terdengar sederhana, tetapi penerapannya dapat memberikan perubahan besar terhadap kualitas sebuah animasi. Bahkan, objek sederhana seperti bola dapat terlihat memiliki berat dan energi hanya dengan mengatur perubahan bentuk ketika bergerak.

Apa Itu Squash and Stretch?

Squash and Stretch merupakan prinsip animasi yang menggambarkan perubahan bentuk suatu objek ketika mendapatkan tekanan atau bergerak. “Squash” berarti objek terlihat memipih atau tertekan, sedangkan “Stretch” membuat objek terlihat memanjang.

Kursus Komputer di Surabaya

Tujuan utamanya bukan membuat objek berubah bentuk secara sembarangan. Perubahan tersebut digunakan untuk memberikan kesan gerakan, fleksibilitas, serta karakter pada objek.

Sebagai contoh, ketika sebuah bola jatuh dan menyentuh permukaan, bentuknya dapat dibuat sedikit pipih. Setelah memantul, bentuk bola dapat dibuat memanjang mengikuti arah gerak. Hasilnya, gerakan terasa lebih dinamis dibandingkan jika bentuk bola selalu sama.

Mengapa Prinsip Ini Penting?

Animasi bukan hanya tentang membuat objek berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan juga perlu memberikan informasi mengenai kecepatan, berat, energi, dan kondisi objek.

Dengan menggunakan Squash and Stretch, animator dapat membuat gerakan terlihat lebih ekspresif. Penonton dapat merasakan bahwa sebuah objek memiliki massa atau mengalami tekanan meskipun objek tersebut hanya berupa gambar digital.

Prinsip ini juga membuat animasi terasa lebih menarik karena perubahan bentuk memberikan variasi visual selama objek bergerak.

Contoh Penerapan Squash and Stretch

Bola Memantul

Bola menjadi contoh paling sederhana untuk memahami prinsip ini. Ketika menyentuh lantai, bola dapat dibuat lebih pipih. Saat kembali bergerak ke atas, bentuknya dapat dibuat sedikit memanjang.

Karakter Berlari

Prinsip ini juga dapat diterapkan pada karakter. Ketika kaki menyentuh tanah, tubuh dapat sedikit mengalami squash. Sebaliknya, ketika karakter melompat, tubuh dapat dibuat lebih stretch untuk memperkuat kesan gerakan.

Ekspresi Wajah

Squash and Stretch tidak hanya digunakan pada tubuh. Ekspresi wajah juga dapat memanfaatkannya untuk membuat karakter terlihat lebih ekspresif dan tidak kaku.

Animasi Logo

Bahkan elemen sederhana seperti logo dapat menggunakan perubahan bentuk untuk menciptakan efek masuk atau keluar yang lebih menarik.

Tidak Semua Gerakan Harus Berlebihan

Salah satu kesalahan ketika mempelajari prinsip ini adalah memberikan perubahan bentuk secara berlebihan. Jika objek terlalu sering berubah bentuk, animasi justru dapat terlihat aneh dan tidak memiliki tujuan.

Oleh karena itu, animator perlu menyesuaikan intensitas perubahan dengan jenis objek dan gaya animasi. Karakter kartun dapat menggunakan deformasi yang lebih ekstrem, sedangkan animasi untuk kebutuhan bisnis mungkin membutuhkan gerakan yang lebih halus.

Hubungan Squash and Stretch dengan Timing

Squash and Stretch akan terasa lebih efektif jika dikombinasikan dengan timing yang tepat. Kecepatan perubahan bentuk dapat menentukan bagaimana penonton merasakan gerakan sebuah objek.

Perubahan yang sangat cepat dapat memberikan kesan gerakan kuat atau tiba-tiba. Sementara itu, perubahan yang lebih lambat dapat menghasilkan kesan gerakan yang lembut.

Dengan demikian, animator perlu memperhatikan bentuk sekaligus waktu ketika perubahan tersebut terjadi.

Skill Ini Bisa Menjadi Dasar Animator Profesional

Mempelajari Squash and Stretch membantu calon animator memahami bahwa animasi bukan hanya tentang menggerakkan objek. Setiap gerakan memiliki tujuan untuk menyampaikan karakter, energi, dan respons terhadap lingkungan.

Setelah memahami prinsip ini, animator dapat melanjutkan ke prinsip lain seperti Anticipation, Follow Through, Slow In and Slow Out, serta Exaggeration. Kombinasi berbagai prinsip tersebut dapat menghasilkan animasi yang lebih hidup.

Belajar Animasi Bersama Flashcom Indonesia

Jika Anda ingin mempelajari animasi dari dasar, Flashcom Indonesia menyediakan program pelatihan Animasi & Video yang membantu peserta memahami proses pembuatan karya visual secara bertahap.

Peserta dapat mempelajari dasar-dasar animasi, teknik mengatur gerakan, editing video, penggunaan software kreatif, hingga membuat proyek animasi melalui praktik langsung. Dengan pembelajaran berbasis proyek, peserta dapat mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya untuk portofolio.

Selain Animasi & Video, Flashcom Indonesia juga menyediakan berbagai program pelatihan seperti Desain Grafis, UI/UX Design, Digital Marketing, Web Programming, Android Programming, Data Science, Microsoft Office, serta Interior & Arsitektur.

Baca Juga : Kursus Animasi Motion Graphic

Kesimpulan Squash and Stretch

Squash and Stretch merupakan salah satu prinsip animasi yang sederhana tetapi memiliki pengaruh besar terhadap kualitas gerakan. Dengan mengatur perubahan bentuk secara tepat, objek dapat terlihat memiliki berat, energi, dan karakter.

Bagi siapa saja yang ingin serius mempelajari animasi, memahami prinsip seperti Storytelling animasi dan sebagainya dapat menjadi fondasi penting sebelum masuk ke teknik yang lebih kompleks. Semakin baik animator memahami dasar gerakan, semakin mudah pula menciptakan animasi yang terasa hidup dan menarik. Silahkan Anda dapat menghubungi Layanan Fast Respon melalui Hotline/WhatsApp 0816-1500-8008.

100% Praktik & Jadwal Fleksibel
dibimbing langsung oleh ahlinya