Flashcom Whatsapp
IT training provider

Kuasai 10 Fitur Figma Ini Biar Desain Makin Cepat

Fitur Figma dapat membantu desainer menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan terstruktur. Namun, bagi pengguna yang baru mengenal aplikasi ini, banyaknya tools dan menu terkadang membuat Figma terasa cukup rumit.

Sebenarnya, kamu tidak perlu langsung menguasai seluruh tools yang tersedia. Dengan memahami beberapa fitur yang sering digunakan, proses membuat UI website, aplikasi, prototype, hingga design system bisa menjadi lebih praktis.

Berikut 10 fitur Figma yang bisa kamu pelajari untuk membuat workflow desain menjadi lebih efisien.

Kursus Komputer di Surabaya

1. Fitur Figma Auto Layout

Auto Layout membantu mengatur posisi dan jarak antar elemen secara otomatis. Fitur ini sangat berguna ketika membuat tombol, card, menu, atau komponen yang memiliki susunan tertentu.

Ketika ukuran teks atau isi sebuah elemen berubah, layout dapat menyesuaikan secara otomatis tanpa harus mengatur posisi satu per satu.

Bagi desainer UI, Auto Layout dapat menghemat waktu terutama saat membuat tampilan yang memiliki banyak komponen.

2. Fitur Figma Components

Components memungkinkan kamu membuat elemen yang dapat digunakan kembali dalam sebuah desain.

Misalnya, kamu membuat satu desain tombol. Setelah dijadikan component, elemen tersebut dapat digunakan kembali pada halaman atau bagian lain tanpa perlu menggambar ulang.

Penggunaan components juga membantu menjaga tampilan desain agar tetap konsisten.

3. Fitur Figma Variants

Variants digunakan untuk mengelompokkan beberapa versi dari sebuah component.

Contohnya, satu tombol dapat memiliki kondisi seperti default, hover, active, dan disabled. Semua kondisi tersebut dapat dikelola dalam satu component dengan menggunakan variants.

Fitur ini sangat membantu ketika membuat desain UI yang memiliki banyak kondisi interaksi.

4. Fitur Figma Styles

Styles membantu menyimpan pengaturan visual yang sering digunakan dalam sebuah proyek.

Kamu dapat membuat style untuk warna, teks, dan efek tertentu. Style tersebut kemudian dapat diterapkan ke berbagai elemen desain.

Dengan cara ini, perubahan visual dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tampilan keseluruhan proyek tetap konsisten.

5. Fitur Prototype di Figma

Prototype memungkinkan desain dibuat menjadi simulasi yang dapat diklik dan digunakan seperti tampilan aplikasi sederhana.

Kamu dapat menghubungkan satu frame dengan frame lainnya untuk menunjukkan alur navigasi sebuah website atau aplikasi.

Prototype juga berguna ketika ingin mempresentasikan konsep desain kepada klien, tim, atau developer.

6. Fitur Grid dan Layout Guides

Grid dan layout guides membantu mengatur posisi elemen agar desain terlihat lebih rapi.

Dengan menggunakan grid, desainer dapat menentukan kolom, jarak, serta struktur layout sebelum menempatkan berbagai elemen.

Fitur ini sangat berguna ketika membuat desain website dan aplikasi yang membutuhkan susunan visual yang konsisten.

7. Fitur Pen Tool untuk Membuat Bentuk Vector

Pen Tool digunakan untuk membuat serta mengedit bentuk vector.

Tools ini dapat digunakan untuk membuat bentuk custom, icon sederhana, ilustrasi, maupun elemen visual lainnya.

Meskipun membutuhkan sedikit latihan, memahami cara menggunakan Pen Tool dapat memberikan lebih banyak kebebasan dalam membuat bentuk desain.

8. Fitur Boolean Operations

Boolean Operations memungkinkan beberapa bentuk digabungkan atau dimodifikasi untuk menghasilkan bentuk baru.

Beberapa operasi yang tersedia antara lain Union, Subtract, Intersect, dan Exclude.

Daripada membuat bentuk dari awal, kamu dapat mengombinasikan beberapa objek untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

9. Plugins Figma untuk Mempercepat Workflow

Plugins dapat menambahkan kemampuan tambahan pada Figma.

Ada berbagai plugin yang dapat membantu pekerjaan desain, seperti mencari asset, membuat placeholder, mengatur warna, hingga membantu proses tertentu dalam workflow.

Gunakan plugin yang memang sesuai kebutuhan agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan workspace tetap terorganisir.

10. Dev Mode Figma untuk Kolaborasi dengan Developer

Dev Mode membantu desainer dan developer memahami detail dari sebuah desain.

Developer dapat melihat berbagai informasi yang dibutuhkan saat mengembangkan website atau aplikasi, seperti ukuran elemen, jarak, warna, dan properti lainnya.

Fitur ini membantu proses handoff sehingga komunikasi antara desainer dan developer dapat berjalan lebih jelas.

Fitur Figma yang Wajib Dipelajari Pemula

Jika baru mulai menggunakan Figma, kamu tidak perlu mempelajari semuanya sekaligus.

Mulailah dari Auto Layout, Components, Styles, dan Prototype. Keempat fitur tersebut sudah dapat membantu memahami dasar workflow desain UI.

Setelah terbiasa, kamu bisa melanjutkan mempelajari Variants, Plugins, Dev Mode, dan tools lainnya sesuai kebutuhan proyek.

Tips Menggunakan Figma agar Desain Lebih Cepat

Menguasai tools saja belum cukup. Cara mengatur workflow juga dapat memengaruhi kecepatan ketika mengerjakan desain.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Gunakan shortcut untuk pekerjaan yang sering dilakukan.
  2. Manfaatkan Components untuk elemen yang digunakan berulang.
  3. Gunakan Auto Layout pada desain dengan struktur yang dinamis.
  4. Terapkan Styles agar warna dan typography tetap konsisten.
  5. Beri nama layer dengan jelas.
  6. Rapikan struktur halaman dan frame.
  7. Gunakan grid untuk membantu mengatur layout.
  8. Buat prototype setelah struktur desain sudah cukup siap.

Workflow yang rapi akan membuat proses desain lebih mudah dikelola, terutama ketika proyek memiliki banyak halaman dan komponen.

Mengapa Figma Banyak Digunakan untuk UI/UX Design?

Figma banyak digunakan dalam proses UI/UX karena mendukung pembuatan desain sekaligus kolaborasi antaranggota tim.

Desainer dapat mengerjakan file yang sama bersama anggota tim lainnya. Proses memberikan komentar, melakukan revisi, membuat prototype, hingga menyerahkan desain kepada developer juga dapat dilakukan dalam satu workflow.

Hal tersebut membuat Figma menjadi salah satu tools yang relevan untuk dipelajari oleh orang yang ingin mengembangkan kemampuan UI/UX Design.

Kesimpulan Fitur Figma

Menguasai beberapa fitur Figma yang tepat dapat membuat proses desain menjadi lebih cepat dan terorganisir. Auto Layout, Components, Variants, Styles, Prototype, hingga Dev Mode merupakan beberapa tools yang dapat membantu workflow desain.

Tidak perlu mempelajari semuanya sekaligus. Mulailah dari fitur yang paling sering digunakan, lalu kembangkan kemampuan sesuai kebutuhan proyek.

Dengan memahami tools dan membangun workflow yang rapi, Figma tidak lagi terasa ribet dan proses desain pun bisa menjadi lebih efisien.

Baca Juga : UI/UX Desain: Panduan Jurusan, Skill, dan Prospek Karir

Belajar Figma dan Skill Digital di Flashcom Indonesia

Menguasai tools desain seperti Figma menjadi salah satu skill yang berguna di era digital. Di Flashcom Indonesia, anda dapat mempelajari Figma melalui Kursus UI/UX dan berbagai skill digital lainnya, seperti Desain Grafis, Web Programming, Data Science, Microsoft Office, Animasi & Video, hingga Interior & Arsitektur.

Dengan memahami fitur seperti Auto Layout, Components, Variants, Prototype, hingga Dev Mode, desainer dapat membangun workflow yang lebih terstruktur dan efisien. Jika ingin memperdalam kemampuan desain dan skill digital lainnya secara praktik, anda dapat melihat di laman web Kantor Flashcom Indonesia atau  silakan menghubungi langsung Layanan Pelanggan Flashcom Indonesia yang fast response melalui WhatsApp 0816-1500-8008.

100% Praktik & Jadwal Fleksibel
dibimbing langsung oleh ahlinya