Flashcom Whatsapp
IT training provider

Figma vs Framer: Desain Dulu atau Langsung Bangun Website?

Figma dan Framer merupakan dua tools yang banyak digunakan dalam proses desain website. Keduanya sama-sama membantu membuat tampilan digital, tetapi memiliki cara kerja yang berbeda.

Figma lebih berfokus pada desain UI/UX dan pembuatan prototype. Sementara itu, Framer menawarkan proses yang lebih dekat dengan pembuatan website sehingga desain dapat dikembangkan menjadi halaman yang siap dipublikasikan.

Lantas, mana yang lebih sesuai untuk kebutuhan desain website?

Kursus Komputer di Surabaya

Apa Itu Figma?

Figma merupakan platform desain yang digunakan untuk membuat tampilan website maupun aplikasi. Melalui tools ini, pengguna dapat menyusun wireframe, membuat desain antarmuka, hingga mengembangkan prototype interaktif.

Selain itu, Figma mendukung kolaborasi secara online. Tim desain, developer, dan klien dapat memberikan masukan pada file yang sama sehingga proses revisi menjadi lebih praktis.

Apa Itu Framer?

Framer adalah platform yang menggabungkan desain dengan pembuatan website. Pengguna dapat mengatur layout, menambahkan animasi, serta membuat interaksi tanpa harus berpindah ke platform lain.

Di sisi lain, Framer juga menyediakan fitur untuk mempublikasikan website. Karena itu, platform ini menarik bagi pengguna yang ingin membawa desain hingga menjadi halaman web yang dapat diakses secara online.

Figma dan Framer: Apa Perbedaannya?

Perbedaan Figma dan Framer terutama terlihat dari fokus penggunaannya. Figma lebih banyak digunakan untuk merancang tampilan dan menguji pengalaman pengguna, sedangkan Framer lebih dekat dengan proses pembuatan website.

Aspek Figma Framer
Fokus UI/UX dan prototype Desain dan website
Wireframe
Prototype
Kolaborasi
Animasi Prototype Website
Publikasi website Bukan fokus utama

Dengan demikian, Figma dapat menjadi pilihan untuk tahap perancangan, sedangkan Framer lebih sesuai ketika desain ingin dikembangkan hingga menjadi website.

Figma dan Framer untuk Desain Website

Pada tahap awal, Figma dapat membantu desainer menyusun struktur halaman dan menentukan tampilan visual. Prototype kemudian dapat digunakan untuk melihat alur interaksi sebelum masuk ke tahap pengembangan.

Sebaliknya, Framer menawarkan alur yang lebih dekat dengan website jadi. Pengguna dapat mengatur tampilan, menambahkan interaksi, lalu mempublikasikan hasilnya.

Pilihan tersebut tentu bergantung pada workflow dan kebutuhan setiap proyek.

Kelebihan Figma untuk UI/UX

Figma memiliki beberapa fitur yang mendukung proses perancangan antarmuka.

Figma untuk Prototype

Prototype dapat digunakan untuk memperlihatkan bagaimana pengguna berinteraksi dengan halaman sebelum website benar-benar dibuat.

Figma untuk Kolaborasi

Tim dapat memberikan komentar dan melakukan revisi pada satu file. Dengan cara ini, proses diskusi desain menjadi lebih terorganisasi.

Kelebihan Framer untuk Website

Framer menawarkan fitur yang mendukung pembuatan website secara lebih langsung.

Framer untuk Animasi dan Interaksi

Animasi serta interaksi dapat digunakan untuk membuat halaman lebih menarik dan memberikan pengalaman yang lebih dinamis.

Framer untuk Publikasi Website

Setelah halaman selesai dibuat, website dapat dipublikasikan. Dengan begitu, hasil desain dapat langsung diperiksa melalui browser.

Figma dan Framer: Mana yang Lebih Cocok?

Pemilihan tools sebaiknya disesuaikan dengan tujuan proyek.

Jika kebutuhan utama adalah membuat UI/UX, wireframe, prototype, dan melakukan kolaborasi, Figma bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, Framer lebih sesuai bagi pengguna yang ingin mengembangkan desain hingga menjadi website yang dapat dipublikasikan.

Dalam proyek tertentu, kedua tools juga dapat digunakan secara berurutan. Figma digunakan untuk merancang konsep, kemudian Framer dimanfaatkan untuk mengembangkan tampilan menjadi website.

Tips Memilih Tools Desain Website

Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Tentukan tujuan proyek.
  2. Sesuaikan tools dengan tahap pengerjaan.
  3. Pertimbangkan kebutuhan prototype.
  4. Perhatikan kemampuan anggota tim.
  5. Tentukan apakah website perlu langsung dipublikasikan.

Baca Juga : Apa Itu Wireframe dalam UI/UX Design? Fungsi dan Jenisnya

Tingkatkan Skill Digital Bersama Flashcom Indonesia

Ingin meningkatkan kemampuan desain dan teknologi digital? Flashcom Indonesia menyediakan Kursus UI/UX  serta berbagai kelas digital untuk membantu mengembangkan skill secara praktik.

Tersedia juga kelas Web Programming, Android Programming, Desain Grafis, Digital Marketing, Editing Video, Animasi, Microsoft Office, dan Data Science.

Kesimpulan Figma dan Framer

Figma dan Framer memiliki fungsi yang berbeda meskipun sama-sama dapat digunakan dalam proses pembuatan website. Figma lebih unggul untuk perancangan UI/UX dan prototype, sedangkan Framer menawarkan workflow yang lebih dekat dengan pembuatan hingga publikasi website.

Jadi, Figma dapat dipilih ketika proses desain menjadi prioritas. Sementara itu, Framer lebih cocok bagi pengguna yang ingin mengembangkan desain sekaligus membangun website.

100% Praktik & Jadwal Fleksibel
dibimbing langsung oleh ahlinya