Dark Social
Apa Itu Dark Social?
Dalam dunia digital marketing, keberhasilan kampanye biasanya diukur melalui berbagai data seperti jumlah klik, tayangan, engagement, dan traffic website. Namun, tidak semua aktivitas pengguna dapat terlihat dengan jelas di analytics. Salah satu fenomena yang menarik untuk dipahami adalah Dark Social.
Dark Social bukan berarti aktivitas yang berbahaya atau ilegal. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aktivitas berbagi konten melalui saluran pribadi yang sulit dilacak oleh tools analytics.
Contohnya ketika seseorang menemukan artikel menarik kemudian mengirimkannya kepada temannya melalui chat pribadi. Temannya membaca artikel tersebut dan mengunjungi website, tetapi sumber kunjungan tersebut terkadang tidak dapat diketahui secara spesifik.
Contoh Dark Social dalam Kehidupan Sehari-hari
Dark Social sebenarnya sangat dekat dengan aktivitas pengguna internet.
Beberapa contohnya adalah:
- Membagikan link melalui WhatsApp
- Mengirim konten melalui direct message Instagram
- Membagikan artikel melalui Telegram
- Mengirim rekomendasi produk melalui chat pribadi
- Menyalin link website dan mengirimkannya kepada teman
Aktivitas tersebut dapat menghasilkan traffic dan bahkan keputusan pembelian, tetapi jalurnya tidak selalu terlihat seperti traffic dari iklan atau mesin pencari.
Mengapa Dark Social Penting bagi Digital Marketing?
Bayangkan sebuah bisnis melihat data analytics dan menemukan bahwa sebagian besar pembelian berasal dari direct traffic.
Apakah berarti semua orang mengetik alamat website secara langsung?
Belum tentu.
Sebagian pengguna mungkin mendapatkan link dari teman melalui percakapan pribadi, kemudian membuka link tersebut tanpa melewati mesin pencari atau iklan.
Inilah yang membuat Dark Social menarik bagi marketer. Ada perjalanan pengguna yang terjadi di balik layar dan tidak selalu tercatat dengan sempurna.
Konten yang Mudah Menyebar Secara Pribadi
Tidak semua konten memiliki kemungkinan yang sama untuk dibagikan melalui private chat.
Konten yang biasanya lebih mudah dibagikan adalah konten yang memiliki nilai personal bagi pengguna.
Misalnya:
Konten informatif
Artikel atau tips yang dianggap bermanfaat.
Konten rekomendasi
Review atau rekomendasi produk yang ingin diberikan kepada teman.
Konten hiburan
Video atau meme yang dianggap menarik.
Konten problem-solving
Konten yang memberikan solusi terhadap masalah tertentu.
Karena itu, strategi digital marketing sebaiknya tidak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan like, tetapi juga bagaimana membuat konten yang ingin dibagikan kepada orang lain.
Dark Social dan Word of Mouth Digital
Salah satu alasan Dark Social menarik adalah hubungannya dengan rekomendasi personal.
Ketika seseorang mengirimkan sebuah konten kepada temannya, pesan tersebut memiliki konteks personal. Pengirim mungkin menambahkan komentar seperti, “Ini cocok buat kamu” atau “Coba lihat yang ini.”
Interaksi semacam itu berbeda dengan melihat iklan secara pasif.
Karena itu, marketer dapat mempertimbangkan bagaimana membuat konten yang memiliki potensi menjadi bahan percakapan.
Bagaimana Cara Mengoptimalkan Dark Social?
Walaupun aktivitas Dark Social sulit dilacak secara sempurna, marketer tetap dapat mengoptimalkan peluangnya.
1. Buat Konten yang Layak Dibagikan
Jangan hanya membuat konten untuk mendapatkan views. Buat materi yang memberikan alasan bagi audiens untuk mengirimkannya kepada orang lain.
2. Gunakan Tombol Share
Tambahkan fitur berbagi pada artikel atau halaman website agar pengguna dapat dengan mudah mengirim konten.
3. Gunakan UTM Tracking
Parameter UTM dapat membantu marketer memahami sumber traffic dari kampanye tertentu. Meskipun tidak menyelesaikan seluruh masalah tracking, metode ini dapat membantu memberikan data yang lebih terstruktur.
4. Perhatikan Direct Traffic
Lonjakan direct traffic tidak selalu berarti pengguna mengetik alamat website secara manual.
Data tersebut dapat menjadi salah satu sinyal yang perlu dianalisis bersama sumber traffic lainnya.
5. Bangun Konten yang Memicu Percakapan
Konten yang mengajak audiens berdiskusi atau memberikan pendapat memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bahan percakapan pribadi.
Dark Social Mengubah Cara Melihat Kesuksesan Konten
Salah satu pelajaran penting dari fenomena ini adalah tidak semua dampak konten dapat dilihat dari angka engagement.
Sebuah postingan mungkin hanya memperoleh jumlah like yang biasa saja. Namun, jika banyak orang mengirimkannya melalui chat pribadi, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
Oleh sebab itu, marketer perlu melihat performa konten secara lebih menyeluruh.
Traffic, engagement, conversion, brand awareness, dan perilaku audiens perlu dipahami sebagai bagian dari perjalanan yang saling berhubungan.
Skill yang Perlu Dimiliki Digital Marketer
Fenomena seperti Dark Social menunjukkan bahwa digital marketing semakin membutuhkan kemampuan analisis.
Seorang digital marketer tidak cukup hanya mampu membuat konten. Mereka juga perlu memahami bagaimana audiens menemukan informasi, berinteraksi dengan brand, dan mengambil keputusan.
Beberapa kemampuan yang penting antara lain:
- Content marketing
- Social media marketing
- Analytics
- Audience research
- Copywriting
- Campaign planning
- Performance marketing
Kombinasi kemampuan tersebut membantu marketer membuat strategi berdasarkan perilaku audiens, bukan sekadar mengikuti tren.
Belajar Digital Marketing di Flashcom Indonesia
Bagi kamu yang ingin mengembangkan kemampuan digital marketing, memahami perilaku audiens dan cara mengukur performa kampanye merupakan bagian penting dalam proses belajar.
Flashcom Indonesia menyediakan pembelajaran di bidang Digital Marketing serta berbagai keterampilan digital lainnya. Selain Digital Marketing, tersedia pula bidang Desain Grafis, UI/UX Design, Web Programming, Desain Interior, Microsoft Office, Data Science, serta Animasi & Video.
Dengan mempelajari strategi sekaligus praktik digital marketing, kamu dapat memahami bagaimana sebuah brand membangun komunikasi dengan audiens melalui berbagai channel digital.
Baca Juga : Kursus Digital Marketing
Kesimpulan
Dark Social menunjukkan bahwa perjalanan audiens di dunia digital tidak selalu dapat terlihat melalui analytics. Percakapan pribadi, direct message, dan berbagi link melalui chat dapat memberikan pengaruh terhadap traffic, awareness, bahkan keputusan pembelian.
Karena itu, digital marketer perlu melihat lebih jauh dari sekadar jumlah views dan likes. Konten yang benar-benar kuat bukan hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga membuat orang ingin membagikannya kepada orang lain. Pelajari juga target audience digital marketing bersama kami. Silahkan dapat hubungi langsung Layanan Pelanggan kami yang fast response melalui WhatsApp 0816-1500-8008. Konsultasikan kebutuhan training Anda dan dapatkan penawaran terbaik dari kami.