Teknologi Pencegah Banjir

Jakarta merupakan salah satu ibu kota di dunia yang rawan terhadap banjir. Seiring berkembangnya kota, banjir menjadi lebih sering dikarenakan infrastruktur perkotaan tidak mengakomodasi kebutuhan drainase lahan yang berubah menjadi lahan beton. Meski begitu, banjir bukan berarti tak bisa ditangani. Banyak sejumlah negara seperti jepang, inggris dan belanda berupaya keras mengembangkan teknologi pencegah banjir. Penasaran? Berikut diantaranya,

The Hagestein Weir, Belanda

The Hagestein Weir adalah satu dari tiga tempurung bergerak, atau bendungan, di sepanjang Sungai Rhine. Bendungan ini memiliki dua gerbang lengkung yang sangat besar untuk mengendalikan air dan menghasilkan tenaga di Sungai Lek dekat Desa Hagestein.

Thames Flood Barrier, London, Inggris

Para insinyur negeri ratu elizabeth II merancang penghalang banjir yang sering terjadi di sepanjang sungai Thames Flood Barrier. Penghalang ini memiliki 9 gerbang baja berongga dengan panjang 520 meter di sepanjang sungai. Ketika terbuka, maka air di Sungai Thames mengalir bebas dan bisa dilewati oleh kapal. Meski berongga, ketebalan bajanya hanya 1,6 inchi dengan rentang 61 meter dengan berat 3.200 ton. Gerbang Penghalang Thames dibangun antara 1974 dan 1984 dan telah ditutup dalam mencegah banjir lebih dari 100 kali.


Artikel Lainnya:

Belajar Komputer Dunia Bisnis dengan Mengikuti Pelatihan Administrasi Perkantoran di Surabaya

Eastern Scheldt Storm Surge Barrier, Belanda

Periode 1950 dan 1997, Belanda mendirikan Deltawerken, sebuah jaringan bendungan, pintu air, kunci, tanggul, dan penghalang badai yang canggih. Salah satu proyek paling mengesankan ialah Eastern Scheldt Storm Surge Barrier, atau Oosterschelde. Alih-alih membangun bendungan konvensional, Belanda membangun penghalang dengan gerbang bergerak.

Iwabuchi Floodgate, Jepang

Pascabencana banjir pada 1910, Jepang mengeksplorasi cara-cara untuk melindungi dataran rendah di sekitar ibu kota Tokyo. Iwabuchi Floodgate atau Akasuimon (Red Sluice Gate) dirancang pada 1924 oleh Akira Aoyama, seorang arsitek Jepang yang juga bekerja di Terusan Panama. Gerbang air ini dikendalikan oleh motor otomatis yang menciptakan kekuatan untuk membuka dan menutup gerbang sesuai kebutuhan.

The Maeslant Storm Surge Barrier, Belanda

Proyek lainnya ialah Maeslant Storm Surge Barrier. Letaknya di Perairan Nieuwe Waterweg antara kota Hoek van Holland dan Maassluis. Proyek ini salah satu struktur bergerak terbesar di Bumi. Saat air pasang , dinding yang terkomputerisasi langsung menutup rapat dan tangki air memenuhi penghalang.

100% Praktik & Jadwal Fleksibel

dibimbing langsung oleh ahlinya

Customer Service

Hotline 0-811-3380-114

WhatsApp 085735948460

CS(at)Flashcomindonesia.com

Office Hours

Monday - Saturday  09:00 - 21:00